Berpuasalah seperti Ulat, jangan Berpuasa seperti Ular
Secara Sunnatullah, ibadah puasa bukan hanya diwajibkan kepada umat muslim semata, tetapi juga terdapat beberapa makhluk hidup yang juga gemar melakukan kegiatan berpuasa selama proses hidupnya. Misalnya saja seekor induk ayam yang berpuasa untuk mengerami telurnya hingga telurnya berubah menjadi makhluk baru yang disebut sebagai anak ayam.
Selain ayam, masih terdapat beberapa hewan yang juga gemar melakukan puasa dan bisa kita jadikan contoh agar puasa kita mencapai derajat taqwa (seperti janji Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 183) yaitu puasanya Ular dan puasanya Ulat.
Puasa Ular
Agar mampu menjaga kelangsungan hidupnya salah satu hal yang harus dilakukan ular adalah harus mengganti kulitnya secara berkala. Proses pergantian kulit ini tentu akan memerlukan waktu yang cukup lama sehingga mengharuskan sang ular untuk berpuasa dalam kurun waktu tertentu. Setelah puasanya tunai kulit ular akan terlepas dan muncullah kulit yang baru.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari puasanya seekor ular adalah:
- Wajah ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
- Nama ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yaitu Ular.
- Makanan ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
- Cara bergerak sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
- Tabiat dan sifat sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
Puasa Ulat
Ulat termasuk salah satu hewan yang sangat rakus. Hampir seluruh waktunya hanya dihabiskan untuk makan. Tetapi begitu ia sudah bosan makan, ia kemudian perlahan-lahan melakukan sebuah perubahan dengan berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Ia pun mengasingkan diri dan membungkus badannya dengan rapat dalam sebuah kepompong sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk melampiaskan hawa nafsu makannya. Setelah menjalankan puasa selama beberapa hari maka keluarlah ia dari kokon (kepompong) dan menjadi sebuah makhluk baru yang sangat indah yang dinamai Kupu-Kupu.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari puasanya seekor ular adalah:
- Sebelum berpuasa (wajah atau bentuk) ulat menjadi salah satu hewan yang ditakuti oleh orang tetapi setelah berpuasa ia menjadi salah satu makhluk yang disukai oleh banyak orang.
- Nama ulat sesudah puasa berubah menjadi Kupu-Kupu.
- Makanannya juga berubah dari memakan dedaunan menjadi mengisap madu setelah ia berpuasa.
- Ketika ia masih berwujud ulat cara bergeraknya adalah menjalar namun setelah puasa berubah terbang di awang-awang.
- Tabiat dan sifatnya berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak tanaman dengan memakan daun, setelah menjadi kupu-kupu membantu kelangsungan hidup tumbuhan dengan membantu proses penyerbukan bunga.
Kesimpulannya adalah ibadah puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin bertaqwa kepada Allah. Setidaknya ada hal kecil yang harus berubah dari diri kita setelah kita melaksanakan ibadah puasa, sehingga ibadah yang kita kerjakan tidak sia-sia.
#Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan
#StayHealthy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar